Tertarik Trading Saham? Kenali Istilah-istilah Saham untuk Pemula


Anda tertarik untuk mulai berinvestasi atau trading saham? Namun apabila masih pemula dan belum memahami berbagai istilahnya, berikut ini beberapa istilah dalam investasi saham yang perlu Anda ketahui sebelum mulai terjun menjadi investor. 

Istilah-istilah dalam Dunia Investasi Saham Untuk Pemula

1. Bullish dan Bearish
Bullish dan Bearish (banteng dan beruang) merupakan istilah investasi yang sangatlah umum didengar. Keadaan harga yang naik disebut dengan Bullish, sedangkan jika keadaan harga saham yang turun disebut dengan Bearish. Seperti namanya, keduanya memiliki lambang yang menyerupai, sehingga kondisi saham dapat diibaratkan dengan karakter keduanya itu agresif atau “kalem” 

2. Hawkish dan Dovish
Selain dari istilah investasi saham dari  banteng dan beruang, ada juga istilah saham yang merupakan sebuah penanda atau indikator akan terjadinya kondisi Bullish dan Bearish. Istilah Hawkish dan Dovish merupakan kondisi sebelum terjadinya Bullish dan Bearish. Hawkish dilambangkan sebagai elang sebagai penanda akan terjadinya kenaikan sedangkan Dovish dilambangkan sebagai merpati yang menandakan adanya penurunan.


3. Emiten
Pernah mendengar istilah IHSG? IHSG merupakan sebuah singkatan dari Indeks Harga Saham Gabungan yang berperan sebagai sebuah indikator gabungan yang menunjukkan pergerakan dari seluruh harga saham di BEI. Hal ini erat kaitannya dengan istilah investasi saham yang disebut Emiten. Emiten adalah perusahaan yang memiliki saham dan tercatat di BEI ( Bursa Efek Indonesia ). Pergerakan saham-saham emiten akan berlangsung sepanjang hari.

4. Delisting, Listing dan IPO ( Initial Public Offering )
Masih berkaitan dengan catatan saham pada BEI. Listing merupakan istilah dari perusahaan yang baru saja tercatat di BEI ( Bursa Efek Indonesia ).

Sedangkan Delisting merupakan proses terhapusnya sebuah proses terhapusnya catatan saham perusahaan pada BEI. 

IPO merupakan  penawaran perdana yang dilakukan perusahaan di pasar saham 

5. Auto Rejection
Rejection di sini artinya bukan sebuah penolakan yang negatif, tetapi ini merupakan sebuah mekanisme untuk menjaga perdagangan saham agar tetap stabil. Sehingga harga tidak akan terlalu terjatuh atau terlalu melambung.

Setelah melakukan IPO saat nilai saham sudah menyentuh harga batas maksimal, pasti akan terjadi yang disebut dengan Auto Rejection. Pembatasan suatu harga minimum disebut dengan Auto Rejection.

6. Capital Loss dan Capital Gain
Dalam bahasa ekonomi, capital selalu dikaitkan dengan modal ataupun laba. Benar seperti halnya istilah laba, Capital Gain merupakan sebuah keuntungan besar yang kita dapatkan Ketika menjual saham. Sedangkan sebuah kerugian yang terjadi pada investor ketika menjual saham disebut dengan Capital Loss.

Share on Google Plus

About Admin

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar