Tahapan Utama yang Wajib Dipahami dalam Penggunaan Software Akuntansi


Aplikasi pencatat keuangan menjadi salah satu bukti konkret bahwa perkembangan teknologi tak melulu seputar barang elektronik saja. Namun, sistem pencatatan akuntansi pun ikut berkembang mulai dari yang bersifat manual dengan buku catatan hingga menjadi bentuk software akuntansi seperti sekarang. Oleh sebab itu, pelaku bisnis harus memiliki pengetahuan yang memadai terkait dengan ilmu akuntansi dasar dan penerapannya dalam sebuah aplikasi keuangan.

Prosedur Penggunaan Aplikasi Pencatat Keuangan dalam Bisnis
Software pencatat keuangan memiliki sejumlah prosedur yang tak jauh berbeda dalam hal pengoperasiannya baik yang berupa aplikasi keuangan gratis maupun berbayar. Secara garis besar, berikut ini beberapa tahapan dalam menggunakan sistem akuntansi yang berbentuk software:

1. Pendaftaran profil perusahaan
Pendaftaran aplikasi akuntansi selalu dimulai dengan membuat profil perusahaan. Anda harus mengisi data dengan jujur dan valid terkait dengan jenis usaha, alamat, email, kontak, periode awal akuntansi, serta pemilihan mata uang yang akan digunakan dalam transaksi. 

2. Pengisian master data
Selanjutnya, user diminta untuk mengisi data-data utama terkait bidang usaha yang dijalankan. Master data tersebut meliputi data produk, data stok persedian yang ada di gudang, data aset perusahaan, data per departemen, hingga data terkait perpajakan. Anda juga akan diminta untuk membuat COA (Chart of Account) atau yang lebih dikenal dengan bagan akun. Tujuannya agar transaksi dapat teridentifikasi oleh laporan keuangan.

3. Mengidentifikasi saldo awal tiap akun
Aplikasi pencatat keuangan akan meminta user mengisi saldo awal untuk setiap akun yang telah berjalan. Beberapa diantaranya adalah akun persediaan, akun hutang usaha, dan akun piutang usaha. Pengisian saldo awal tersebut dilakukan ketika bisnis yang Anda geluti telah berjalan sebelum menggunakan aplikasi keuangan.

4. Menjalankan transaksi bisnis
Nikmati berbagai kemudahan dalam bertransaksi lewat akun-akun yang tertera di menu. Umumnya, terdapat beberapa menu utama yang ditampilkan seperti buku besar, penjualan, pembelian, kas & bank, persediaan, dan laporan. Anda tinggal klik di menu bar hingga keluar pilihan akun yang akan digunakan dalam bertransaksi. 

5. Melakukan review dan tutup buku
Setelah satu periode akuntansi berjalan, user bisa melakukan review atau pengecekan ulang terkait dengan hasil pencatatan akuntansi yang telah dilakukan. Selanjutnya, gunakan fitur tutup buku untuk mengakhiri periode akuntansi tersebut.

6. Menghasilkan laporan keuangan
Hasil akhir dari sistem akuntansi yang berjalan adalah sebuah laporan keuangan utama yang terdiri dari Neraca, laporan Laba/Rugi (L/R), serta laporan arus kas.

Aplikasi pencatat keuangan dengan prosedur yang simpel dan mudah dipahami bisa Anda peroleh pada BukuKas. Meski tergolong dalam aplikasi keuangan gratis, namun software akuntansi ini dikemas dalam tampilan yang sangat user friendly bagi penggunanya.

Share on Google Plus

About Admin

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar